Info Singkawang

informasi lengkap, terbaru dan menarik seputar Kota Singkawang dan Kalimantan Barat

RATUSAN ISTRI DI SINGKAWANG GUGAT CERAI SUAMINYA, BERIKUT PENJELASANNYA

/
/
/
134 Views

Sepanjang Pandemi Covid-19, Kasus perceraian di Kota Singkawang mengalami peningkatan.

 

Dari tahun 2020 lalu saat awal pandemi, kasus perceraian yang berhasil dihimpun Pengadilan Agama Kota Singkawang mencapai 320 perkara.

 

Jumlah perceriaan tersebut, didominasi dengan cerai gugat oleh istri kepada suami, yakni sebanyak 258 perkara. Sedangkan cerai talak atau yang diajukan oleh suami, berjumlah 62 perkara.

 

Peningkatan kemudian terjadi di tahun 2021, di mana angka perceraian meningkat menjadi 363 perkara, atau lebih banyak 43 perkara dibanding tahun sebelumnya.

 

Jumlah perceraian tersebut, terdiri dari 282 perkara cerai gugat dan 81 perkara cerai talak.

 

Humas Pengadilan Negeri Agama, Ahmad Ma’ruf Maghfur, S.H.I menerangkan, tingginya angka perceraian tersebut, didominasi dengan alasan perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus.

Perselisihan tersebut biasanya terjadi karena suami kurang dalam memberi nafkah, sehingga terjadi cek cok atau perselisihan dan pertengkaran terus menerus,” ujar Ahmad Ma’ruf, Jumat 25 Maret 2022.

 

Menurutnya, meningkatnya angka perceraian tersebut tidak terlepas dari dampak Covid-19, khususnya pada sektor ekonomi keluarga.

 

Memang dampaknya sangat besar sekali. Apa lagi seorang yang punya penghasilan sedikit, tiba-tiba terhenti (akibat pandemi) otomatis tidak bisa menafkahi istrinya,” katanya.

 

Berberapa alasan perceraian lainnya, lanjutnya, yakni suami atau istri yang meninggalkan pasangannya dalam waktu lama, bahkan lebih dari dua tahun.

 

Jadi tidak cuma satu tahun, ada yang dua tahun, tiga tahun, bahkan 10 tahun, itu tidak pernah datang lagi menemui pasangannya,” katanya.

 

Sedangkan alasan-alasan lainnya yakni kekerasan dalam rumah tangga dan pasangan yang ditinggal karena dipenjara.

 

Selain itu, di tahun 2022 ini, angka perceraian untuk tiga bulan pertama sudah mencapai 117 perkara perceraian.

 

Angka perceraian tersebut, ia katakan, juga didominasi oleh cerai gugat dari istri ke suami.

 

Ada yang sudah selesai, ada yang masih berjalan. Penyebabnya juga didominasi oleh perselisihan dan pertengkaran karena kurangnya nafkah,” tukasnya.

 

 

 

 

 

 

 

SUMBER : https://pontianak.tribunnews.com/2022/03/25/himpitan-ekonomi-akibat-pandemi-banyak-istri-di-singkawang-gugat-cerai-suami?page=2.

Leave a Comment

Your email address will not be published.